Upacara Kematian Paling Unik

Upacara Kematian Paling Unik

Upacara Kematian Paling Unik – Kematian sering menjadi mimpi buruk bagi banyak orang, khususnya untuk keluarga yang ditinggal.

Di Indonesia, tiap wilayah mempunyai triknya masing-masing untuk melepaskan keperginya orang tersayang. Umumnya, upacara kematian benar-benar bergantung dari agama atau tradisi wilayah itu.

Membuat Bergidik, Upacara Kematian Paling Unik dari Bermacam Negara, Khususnya di Bali

Hal yang juga sama dilaksanakan oleh beberapa orang di beberapa belahan dunia. Dan karena tiap negara mempunyai tradisinya masing-masing.

Baca Juga: Bukti Menarik Macy’s Thanksgiving

Karena itu langkah mereka melepaskan keperginya seorang juga berlainan dari kita. Dikutip dari theculturetrip.com, di bawah ini 7 Upacara Kematian dari Bermacam Negara!

Peti mati fantasi dari Ghana Upacara Kematian Paling Unik

Disebutkan peti mati fantasi, bukan lantaran petinya bohongan. Tetapi karena peti yang dipakai mempunyai wujud yang sebagai wakil orang yang telah pergi. Ini, orang di Ghana yakin bila kematian bukan akhirnya kehidupan. Mereka yang telah wafat akan meneruskan hidupnya di alam lain dengan kehidupan yang lebih baik.

Untuk pastikan itu, keluarga yang ditinggal usaha membuat peti terbaik yang menyimbolkan orang itu. Misalkan bila mendiang seorang nelayan, karena itu keluarga akan membikinkan peti mati berupa ikan. Begitupun bila mendiang ialah seorang pilot, karena itu peti matinya akan berupa pesawat terbang.

Manik-manik kematian dari Korea Selatan

Jika kamu penggemar KPop dan segalanya yang bau Korea, kamu tentu tahu bila umumnya masyarakat Korea Selatan pilih lakukan kremasi pada jasad orang yang wafat. Tetapi kecuali kremasi, mereka mempunyai langkah lain untuk kenang kembali orang yang telah pergi, yakni dengan mengganti abunya jadi kristal atau manik-manik.

Triknya dengan memanasi abu kremasi sampai di titik lelehnya, selanjutnya abu didinginkan sampai membuat kristal beragam warna. Nanti kristal ini dibalikkan ke keluarga orang yang telah pergi, untuk ditaruh di rumah.

Upacara Kematian Paling Unik Penguburan langit dari Tibet dan Mongolia

Sebagian besar orang Tibet dan Mongolia berpedoman Buddhisme Vajrayana. Dalam tuntunan mereka, badan orang yang telah wafat seperti bejana kosong dan tak lagi dibutuhkan. Karena itu, bukannya memendamkan atau lakukan pengawetan, jasad orang yang telah wafat umumnya dipotong jadi beberapa bagian.

Jasad yang telah terdiri, selanjutnya ditinggal di atas gunung untuk jadi makanan burung nasar atau membusuk secara alami.

Famadihana dari Madagaskar

Tenang, orang Madagaskar memendamkan jasad saudara mereka yang telah berpulang. Tetapi tujuh tahun sesudahnya, keluarga akan membedah ulangi pusara, menukar bajunya sama yang baru, selanjutnya menari bersama.

Bukan hanya itu, mereka bercerita berita terkini sekitar keluarganya, dan ajak jasad itu untuk berkeliling-keliling dusun, sebelumnya terakhir dipendamkan kembali. Dilaksanakan tiap tujuh tahun sekali, ritus ini dikenali dengan Famadihana. Warga Madagaskar yakin jika orang yang telah wafat belum tergabung ke akhirat saat sebelum jasadnya betul-betul busuk.

Upacara Kematian Paling Unik Ikwa Ozu dari suku Igbo di Negara Nigeria

Untuk suku Igbo yang tinggal di selatan Nigeria, kematian bukan akhirnya segala hal, tetapi peralihan dari kehidupan lama ke kehidupan baru. Untuk rayakan peralihan itu, beberapa orang suku Igbo melangsungkan Ikwa Ozu yang bermakna rayakan orang mati.

Faksi keluarga yang ditinggal akan keluarkan uang banyak untuk beli alkohol, ternak, dan selingan yang dikasih ke tamu, famili, dan orang yang bawa mayat. Disamping itu, mereka menyuguhkan makanan favorite mendiang ke famili untuk di makan dalam kesunyian.

Dengan melahapnya, keluarga yakin jika mendiang tidak pernah kekurangan makanan.

Memberi umpan jasad ke burung nasar di Iran

Nyaris serupa sama orang Tibet, Orang Parsi yang beragama Zoroaster akan memandikan jasad saudaranya sama air kencing banteng. Selanjutnya jasad itu didatangi S anjing suci atau agdid.

Paling akhir, jasad tersimpan di atas menara yang dikenali bernama ‘Tower of Silence’ untuk diserahkan ke burung nasar. kelihatannya kemungkinan benar-benar kejam, tetapi untuk beberapa pengikut agama Zoroaster yakin jika mereka yang telah wafat cuman bisa bertahan dengan jiwanya.

Sati atau membakar diri dari India

Untuk orang India zaman dahulu, seorang istri yang ditinggalkan wafat oleh suaminya, tak lagi mempunyai tempat di dunia ini. Karena itu, saat jasad suaminya dibakar, mereka diwajibkan lakukan hal sama alias membakar diri bersama jasad si suami. Ritus ini disebutkan Sati, dan adalah wujud pengorbanan untuk beberapa dewa. Untungnya sekarang ini, ritus Sati telah dilarang di India.

Untuk kita, beberapa ritus dalam upacara kematian di atas kedengar aneh bahkan juga kejam. Tetapi bagaimana juga, tiap wilayah mempunyai tradisi, adat, dan kepercayaannya masing-masing. Bahkan juga bila kita tidak mempunyai keyakinan yang serupa, kita harus tetap menghargainya kan?

Berlainan Arah, Berikut Tipe Upacara Suci yang Dilaksanakan Hindu Bali

Tidak cuman untuk Si Pembuat, lho!

Saat bertandang ke Bali, pasti kamu terlatih menyaksikan ada canang. Persembahan umat Hindu itu dapat kamu dapatkan di pura, rumah, sampai jalanan.

Nah, sudah pernahkah kamu memikir mengapa umat Hindu di Bali menyimpan persembahan itu di tanah? Kurang lebih, untuk siapakah canang itu disembahkan?

Saat sebelum kamu menerka-nerka lebih jauh, seharusnya kamu pahami dahulu ke siapa upacara itu diperuntukkan. Saat lakukan persembahan, umat Hindu berdasar pada Panca Yadnya. Ini adalah salah satunya tuntunan landasan dalam agama yang selanjutnya diterapkan setiap hari.

Panca bermakna lima dan Yadnya memiliki kandungan arti upacara persembahan suci yang ikhlas ikhlas. Dari definisinya, karena itu ada lima tipe upacara suci yang umum dilaksanakan umat Hindu. Apa sajakah? Yok, kita baca pembahasan di bawah ini!

Upacara suci untuk Tuhan dan beberapa dewa (Dewa Yadnya)

Upacara yang umum dilaksanakan ialah persembahan suci yang catat tulus ke Si Pembuat dan beberapa sinar-sinar yang suci-Nya. Biasanya, upacara yang ini dilaksanakan di pelinggih-pelinggih suci. Meskipun begitu, sering upacara persembahan ini diadakan pada tempat lain sesuai dewa yang dituju. Misalkan persembahan ke Dewa Baruna yang umumnya diselenggarakan di di gunung atau laut.

Contoh upacara ini ialah Hari Raya Saraswati dan Siwaratri.

Upacara suci untuk arwah nenek moyang ( Pitra Yadnya)

Umat Hindu sangat menghargai beberapa nenek moyang dan sampaikannya melalui persembahan suci untuk beberapa beberapa roh pendahulu. Salah satunya arah upacara ini untuk menyucikan dan menghargai beberapa orang yang sudah wafat. Hingga arwah mereka mendapatkan tempat terbaik disamping Si Pembuat.

Salah satunya contoh yang kerap dijumpai dari upacara yang ini ialah Ngaben.

Upacara suci untuk manusia (Manusa Yadnya)

Mengupacarai manusia ialah hal wajar dalam agama Hindu. Seorang umat harus melalui rangkaian upacara semenjak dalam kandungan sampai wafat. Ini adalah kewajiban landasan yang perlu dilaksanakan semua umat. Ada tahapan-tahapan upacara yang perlu dilaksanakan. Yakni semenjak dalam kandungan, berusia 12 hari, tiga bulan, enam bulan, bergerak dewasa, potong gigi, sampai menikah.

Di sejumlah wilayah, upacara-upacara ini sering dilaksanakan pada sebuah atau beberapa saat, bergantung pada keyakinan dan rutinitas. Bahkan juga, ada juga upacara tambahan yang didasari pada budaya setempat.

Semua serangkaian itu mempunyai tujuan untuk memiara kehidupan, pengajaran, dan khususnya untuk penyucian jiwa secara religius.

Upacara suci untuk beberapa resi (Rsi Yadnya)

Seperti namanya, upacara yang ini diperuntukkan ke beberapa resi, beberapa orang suci atau beberapa guru religius yang telah memberikan kita penyucian dan pengetahuan. Contoh-contoh upacara itu ialah Mewinten dan Mediksa.

Mewinten adalah ritus khusus yang diadakan seorang yang akan jadi Penopang. Sementara Mediksa dilaksanakan oleh seorang yang akan melakukan pekerjaan jadi pendeta atau Sulinggih. Ke-2 nya adalah pemuka-pemuka yang akan pimpin umat dalam melakukan kehidupan beragama.

Upacara suci untuk Bhuta (Bhuta Yadnya)

Kita yakin jika ada kehidupan lain dan tidak terlihat di bumi ini. Mereka ialah makhluk-makhluk bawah yang umum disebutkan Bhuta Kala. Kehadiran mereka sering dihubungkan dengan hal gaib dan berkekuatan memiliki sifat negatif. Memberi persembahan suci pada mereka mempunyai tujuan untuk menyatu karakter jelek itu supaya kembali ke karakter positif. Dengan begitu, akan merajut jalinan serasi dan tidak mengganggu kehidupan manusia.

Salah satunya upacara Bhuta Yadnya yang sering dilaksanakan umat ialah menghaturkan banten nasi berwarna-warni dan umumnya dibarengi canang. Banten berikut yang umumnya kamu temui di jalanan, persisnya di atas tanah.

Nah, itu lima tipe upacara suci yang umumnya dilaksanakan umat Hindu. Semua upacara ini mempunyai tujuan untuk menyesuaikan kehidupan manusia dengan beberapa unsur yang lain berada di dunia, hingga dapat datangkan kenyamanan. Mudah-mudahan artikel ini menolong ya.