YouTuber Berlibur ke Yakutsk

YouTuber Berlibur ke Yakutsk

YouTuber Berlibur ke Yakutsk – Bicarakan masalah berlibur, banyak orang pilih kota atau negara yang telah terkenal di kelompok wisatawan.

Kecuali sudah tentu tujuan wisatanya menarik, tempat itu dipercaya ramah pengunjung. Tetapi, tidak untuk dua YouTuber asal Rusia, Pierre dan Steven. Mereka pilih berlibur di kota paling dingin di dunia, yaitu Yakutsk, Rusia.

Narasi YouTuber Berlibur ke Yakutsk, Kota Paling Dingin di Dunia

Berlibur yang dilaksanakan pada 2019 itu belakangan ini trending di media sosial. Diringkas dari kanal Youtube mereka, The WHV Nomads, berikut pengalaman hebat Pierre dan Steven berlibur ke Yakutsk, Rusia.

YouTuber Berlibur ke Yakutsk Temperatur capai -37 derajat Celsius

Dalam video dengan durasi nyaris 13 menit itu, Pierre dan Steven mengawali perjalanan ke Yakutsk dari Novosibirsk dengan pesawat. Sesudah tempuh perjalanan udara lebih kurang empat jam, mereka datang di Yakutsk.

Baca Juga: Mushola Dibuat di Bawah Tanah

Setelah tiba di situ, temperatur kota paling besar di Rusia ini mengagumkan berlebihan, yaitu capai -37 derajat Celcius. “Ini tidak seperti -37 derajat Celsius. Program Facebook menjelaskan di sini temperaturnya capai -38 derajat Celsius, sedang di Google -39 derajat Celsius,” kata Pierre.

Saat berjalan ke luar, baik Pierre dan Steven tidak dapat meredam batuk. Bicara juga keluar langsung asap mengepul dari mulutnya. Ini memperlihatkan temperatur di Yakutsk betul-betul berlebihan.

Semua pojok kotanya diselimuti salju dan es

Temperatur yang di bawah rerata ini membuat Yakutsk selalu diselimuti salju tiap harinya. Bahkan juga, nyaris di tiap pojok kota banyak es, seperti pada lampu jalan raya, atap rumah dan gedung, jembatan, sampai papan-papan panduan jalan.

Tidaklah aneh jika temperaturnya dapat di bawah -40 derajat Celsius,” tutur Steven.

Antiknya, warga Yakutsk sanggup ketahui temperatur kota mereka cuman lewat kabutnya saja. Jarak pandang jadi salah satunya factor warga di situ tahu berapakah temperatur udara pada hari itu.

Warga jarang melakukan aktivitas di luar

Dengan temperatur benar-benar rendah itu, bukan sebuah hal mengagetkan jika Yakutsk tidak seramai kota lainnya. Warga di kota ini cuman 300.000 jiwa, tapi yang nampak melakukan aktivitas cuman separuhnya saja.

Saat Steven dan Pierre bermain di alun-alun yang cuman berbentuk daratan tertutup es, rambut mereka tidak lama beralih menjadi membeku dan putih. Walau sebenarnya, mereka barusan ada di luar sepanjang tujuh menit.

mereka menghangatkan diri dalam mall atau pasar ikan,” tutur Steven.

Steven dan Pierre juga sempat pernah terkejut saat berkunjung sebuah lokasi hiburan malam. Kondisi kebalikannya dengan di luar yang sepi. Keadaan di lokasi hiburan malah benar-benar ramai.

YouTuber Berlibur ke Yakutsk Sebagian besar tujuan wisatanya ialah es

Kecuali menelusuri kotanya saja, ke-2 YouTuber dengan 9.000-an subsriber ini berkunjung beberapa tempat wisata. Dapat dipikirkan, sebagian besar tujuan di Yakutsk dibuat dari berselimut salju dan es.

Tujuan pertama yang didatangi ialah Lena Pillars, sebuah pegunungan batu-batuan alami di sejauh Sungai Lena. Waktu pintas perjalanan dari pusat perkotaan ke situ seputar empat jam.

Mereka putuskan mendaki sampai pucuk, walau sebenarnya temperatur waktu itu capai -35 derajat Celsius. Tetapi, panorama di atas benar-benar cantik bukan main. Nampak padang bersalju dengan pohon-pohon yang menarik, bak di negeri dongeng, deh.

Seterusnya, mereka berseluncur di padang salju sekalian diambil sekawanan anjing. Saat beraktivitas hebat ini, cahaya matahari sempat pernah nampak, hingga memberi sedikit kehangatan.

“Ini pengalaman pertama kami berseluncur diambil dengan anjing. Tidak menduga dapat melakukan di Yakutsk,” tutur Pierre.

Kemudian, mereka bertandang ke Kingdom of Permafrost. Tempat ini adalah gua dengan beberapa kumpulan koleksi pahatan dari es yang cantik. Tambahan dampak sinar lampu beragam warna membuat nampak lebih estetik.

Nah, itu pengalaman berlibur di kota paling dingin di dunia, Yakutsk di Rusia. Walau temperaturnya menyerang tulang, ada beberapa rutinitas dan rekreasi bagus yang pantas dijelajahi. Bagaimana, jadi ketarik berlibur ke Yakutsk ?

Kota Paling Dingin di Dunia, Temperaturnya Menyerang Tulang

Jika tidak kuat dapat hipotermia, lho. Untuk beberapa orang, musim dingin ialah waktu terbaik untuk berlibur, karena tidak akan berasa gerah. Apa lagi saat turun salju, musim dingin jadi makin berasa membahagiakan.

Sayang, tidak seluruh orang menyongsong baik hadirnya musim dingin. Karena, temperaturnya dapat turun benar-benar mencolok, hingga membikin tidak nyaman. Bahkan juga, ada juga yang sampai hiportemia, lho.

Diurutkan dari yang paling “hangat” sampai dingin menyerang tulang.

  1. Panorama Novosibirsk saat musim dingin akan berbeda. Temperatur kota paling besar ke-3 di Rusia ini dapat capai -15 derajat Celsius
  2. Walau temperatur di Astana, Kazakhstan, dapat turun mencolok ke angka -16 derajat Celsius, warga kota justru memakainya dengan bermain skating di taman kota

Kota Astana di Kazakhstan populer dengan arsitektur yang modern.

Temperatur terendah dari kota terdingin di bumi ini pernah capai -51 derajat Celcius.

Saat itu rerata temperaturnya dapat capai 14 derajat Celcius dari November ke April.

  1. Temperatur di Winnipeg, Kanada, makin turun masuk Januari, capai -16,5 derajat Celsius tiap harinya. Kamu akan perlu baju hangat berlapis-lapis, nih
  2. Irkutsk ialah kota industri khusus yang berada antara Siberia dan Rusia. Berisi lebih dari 578 ribu warga, temperatur saat musim dingin di sini capai -18 derajat Celsius
  3. Disebutkan kota es di Tiongkok, temperatur di Harbin benar-benar menyerang tulang. Lebih dari 9 juta warganya sanggup menantang dinginnya temperatur -19 derajat Celsius
  4. Fairbanks ada di Alaska, Amerika Serikat, persisnya di samping utara Taman Nasional Denali. Temperaturnya capai -22 derajat Celsius, tetapi pemandangan aurora borealisnya membuat kerasan
  5. Ibu Kota Mongolia, Ulaanbaatar, hadapi musim dingin yang gelap dan panjang. Sepanjang Januari, kota dekat rimba belantara ini temperaturnya dapat sampai -24 derajat Celsius

Menempati di 4,434o di permukaan gunung Mongolian Steppes, Ulaanbaatar sah jadi ibukota terdingin di dunia.

Dalam sejarahnya, terdaftar temperatur paling dingin yang pernah menerpa Ulaanbaatar jatuh pada angka -42 derajat Celsius.

  1. Tiap tahunnya, seputar 19 ribu warga di Yellowknife, Kanada, hadapi temperatur musim dingin di angka -25 derajat Celsius. Ini karena terletak yang dekat Lingkar Artik
  2. Masih di Kanada, temperatur harian Iqaluit di Baffin Island capai -27 derajat Celsius. Pada Februari, temperaturnya dapat lebih dingin plus tambahan angin ribut
  3. Yakutsk, Rusia, dikukuhkan sebagai kota terdingin di dunia. Bagaimana tidak, kota di Lingkar Artik ini punyai temperatur musim dingin terburuk, yaitu -40 derajat Celsius

Nah, itu sepuluh kota paling dingin di dunia dengan temperatur udara yang membuat badan menggigil, bahkan juga hipotermia. Meskipun begitu, panorama kotanya masih mengagumkan dan cantik.

Jika dapat pilih salah satunya, kamu ingin berlibur di kota yang mana, nih?